Stack and Tools

Motivasi

Kadang ribet juga mencari stack dan tools yang pas, memakan banyak waktu untuk mencoba banyak dan memilih satu yang sesuai. Mungkin bisa membantu anda yang lagi nyari nyari pilihan.

Berikut alat (hardware dan software) yang saya gunakan sehari hari

Hardware

Laptop

Dell Latitude 5420 (2022 – now)

Intel i5 1145g5, Intel iris XE, 32 gb ram ddr4, 1 TB NVME SSD (gen 3)

Thinkpad T450 (2020 – 2022)

Intel i5 5300u, Intel HD 5500, 16 Gb DDR3l Ram, 256 Gb SSD

Laptop terbaik (dalam kondisi second di kelas rentang harga yang sama) untuk pemrograman. Karena :

  • Ram besar (bisa sampai 32 gb)
  • Baterai besar (internal 24 wh + external 72 wh) bisa sampai 10 jam
  • Berat cukup ringan, 1.8 kg kalo dibanding dengan laptop entry yang 2 kilo lebih.
  • Resolusi sudah hd + 1600×900 (dibanding laptop entry 😀 )
  • Keyboard …. tidak usah ditanya lagi 😀

Lenovo G40-30 (2015-2020)

Intel celeron n2840. Ram 8 gb. HDD 500 gb. Pakai linux, cukup untuk web development pemula. Pakai windows 10 lama ketika build/compile.

PC Rakitan (2006-2015)

Pentium 4 lga 775, vga: nvidia lupa serinya, radeon x1650, radeon hd 5450

Monitor

Lenovo ThinkVision e22-20 FHD

Input Device

Saya pakai keyboard digital alliance meca fighter brown outenamu switch. Belum full RGB, Kata orang liat di review sih masih ghosting, tapi karena saya pake buat ngoding, jadi nggak ada masalah. 😀 . Mouse standar, dan pen tablet huion h640p (nggak dipake buat gambar)

Software

Operating System

Windows 11 Pro , WSL 2 (ubuntu + GUI) . Docker Engine (2020 – 2022)

Tidak pakai docker desktop. Install docker sendiri di dalam linux ubuntunya.

Windows 10 Pro , WSL 2 (ubuntu) + Docker Desktop (2020 – 2022)

*nix experience on windows. Untuk menggunakan fitur wsl 2 harus menggunakan windows insider build. Overall saya sangat puas, walapun banyak bugs yang muncul seperti

Update : Di Versi stable (bukan insider) sudah stabil wsl2 nya. Cuman yang masih bandel docker nya. Misal 2021 ada update baru docker, setelah update langsung gak jalan docker nya.

  • Kalau ganti network/wifi, networking nya ke restart, beberapa aplikasi kadang kena efeknya seperti chrome yang harus di buka ulang. vs code minta di reload
  • Blue green screen setiap 1-2 bulan sekali
  • kadang kadang ada bug nggak jelas yang solusi nya : restart docker/wsl
  • Karena pake hyper-v, sehingga tidak bisa dipakai berbarengan dengan software hypervisor/virtualization lain nya. Misal mau pake virtual box, maka hyper-v nya harus di nonaktifkan terlebih dahulu.

Pertimbangan untuk memakai wsl 2 adalah perofrmanya yang jauh lebih cepat, terutama IO dibanding wsl 1. :
https://medium.com/faun/windows-subsystem-on-linux-wsl-2-first-impressions-96adaf2ebe76

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Free_software,_free_society-_Richard_Stallman_at_TEDxGeneva_2014.webm
Sumber : https://www.reddit.com/r/linuxmemes/comments/b7ehx9/a_quick_primer_about_what_the_true_hierarchy_of/

Untuk yang sehari butuh atau lebih suka dengan *nix experience, menurut saya worthed bisa tertutupi kekurangannya. Tapi kalau tidak, lebih baik nggak usah aneh aneh 😀 cukup pakai docker for windows yang biasa, atau dual boot linux. Karena sampe saat ini ada beberapa hal yang ribet seperti akses port windows dari wsl, dan lain lain.

Windows 10 + Ubuntu (2017 – 2019)

Pakai vm ubuntu di windows. Dan karena lemot akhirnya Dual boot

Windows 7

Windows XP

Editor/IDE

VSCode + VI Mode, Jetbrains + ideavim

Sama seperti yang lain. Sebelumnya pake vim/neovim untuk ngoding semua, tapi udah nggak pake lagi karena males config biar jadi full ide, paling pake kalo lagi ngoding asal, atau edit file config. Untuk yang serius pake editor/ide yang ada mode vim nya.

Intellij IDEA (maupun ide java lainnya : netbeans/eclipse) belum support integrasi ke WSL seperti vscode, sehingga untu program java dijalankan di windows

Tools

Dbeaver Community Edition

Cukup untuk penggunaan dasar, walaupun tidak secanggih navicat.

Postman

Sama seperti yang lain

Plant Uml

Untuk menggambar uml/diagram mengunakan kode, jauh lebih mudah dan cepat dibanding drag n drop

Draw IO / Diagrams.net

Sumber : https://www.reddit.com/r/ProgrammerHumor/comments/9ym7mj/aws_in_a_nutshell/

Untuk menggambar diagram seperti arsitektur (karena kalau pake plant uml kurang bagus). Gratis, dan disupport banyak vendor (misal aws membuat plugin icon untuk drawio)

Chrome+ Vimium

btw i use vim

SourceTree

Saya jarang menggunakan soruce tree. Pakenya terminal aja (pake alias tentunya biar singkat command nya). Namun kalau ada masalah, saya membuka source tree untuk lihat graf history commit dan branch nya.

MobaXterm, X2Go

Untuk X11 remoting (akses aplikasi gui di linux tanpa remote desktop/VNC). Cuman kalo konteksi putus mobaxterm gak bisa resume gui nya. Untuk mengatasi ini bisa pakai X2Go. Namun X2Go membutuhkan beberapa package untuk di install di server nya.

Media

Gimp, Inkscape, Davinci resolve

Untuk membuat design poster, dan sebagainya. Saya rasa cukup untuk penggunaan non-profesional.

Other

Kile, Oveleaf

Untuk membuat dokumen latex, overleaf untuk versi online nya. Kedua ini dipilih karena mempunyai mode vi/vim.

https://tex.stackexchange.com/questions/24024/which-latex-ide-has-vi-plugin
https://tex.stackexchange.com/questions/506165/overleaf-enable-vim-mode

Pomoductivity

Timer Untuk metode pomodoro, 25 menit kerja/belajar, 5 menit istirahat. Supaya tetap fokus dan tidak buyar. Kalau dalam 25 menit ada hal yang nggak bikin fokus, bisa “ditaro di “event queue” alias dicatat di google keep supaya bisa dikerjakan nanti (biar nggak lupa)

OneNote

Untuk “menggambar” ketika rapat, presentasi secara online. Perbedaan dengan tools pen drawing lain adalah bisa disimpan dalam bentuk notebook, dan bisa di scroll kebawah unlimited (tidak 1 halaman saja)

Google One

Karena ssd 256 gb saya penuh, kayaknya karena docker image dan container ini 🤣.

Brainware

Sebagai programmer yang baik, kita harus terus ikut update perkembangan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan membaca buku. Saya lebih prefer buku, karena kalau nonton video ngantuk 🤣. Tapi saya juga nonton video kadang kadang.

Akun ACM

Dengan akun acm yang harganya 20$ per tahun, kita dapat akses ke O reilly safari dan Skillport. Saya tau dari sini :

https://agung-setiawan.com/baca-buku-it-sepuasnya-di-safaribooks-hanya-dengan-20-tahun/

O Reilly Safari

Sumber : https://www.oreilly.com/online-learning/features.html

O reilly dikenal dengan buku buku yang gambar binatang. O reilly Safari/Learning ini merupakan netflix nya buku. Kita tidak perlu beli buku, tapi bisa baca buku sepuasnya (tapi tidak bisa di download ya). Bukunya juga beragam, tidak hanya dari penerbit o reilly saja.

Update : semenjak july/agustus 2021 akun acm sudah tidak bisa buka o reilly, mungkin karena harganya naik. Kalau gak pake akun ACM, harganya jadi 50$ per bulan

Skillport

Karena akun acm tidak bisa akses o reilly lagi, sisanya tinggal skillport. Walaupun tidak selengkap o reilly, tapi lumayan lah ada beberapa buku dari penerbit yang saya sukai : Manning, dan Wrox(Sudah berganti nama jadi wiley). Dan ada juga buku dari penerbit lain.

Google Play Book

Harga nya cukup murah di Indonesia. Kalau gak ada di skillport, ya ke sini. Kalau di amazon agak mahal harganya karena kurs.

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Herbert Abdillah

test pake twitter

Herbert Abdillah

tes facebook